malaikat juga tau..

November 5th, 2008 by fellicia

buat kamu..
liat fe disini..

_________________________________________________________________

malaikat juga tau

lelahmu
jadi lelahku juga
bahagiamu
bahagiaku pasti
berbagi
takdir kita selalu
kecuali
tiap kau jatuh hati

_

kali ini
hampir habis dayaku
membuktikan padamu
ada cinta yang nyata
setia
hampir setiap hari
tak tega
biarkan kau sendiri
mesti sering kali
kau malah asik sendiri

-

karna kau tak lihat
terkadang malaikat
tar bersayap
tak cemerlang
tak rupawan
namun kasih ini
silahkan kau adu
malaikat juga tau
siapa yang jadi juaranya

_

hampamu takkan hilang semalam
oleh pacar impian
tetapi kesempatan
untukku
yang mungkin tak sempurna
dan kini
siap untuk diuji
kupercaya diri
cintakulah yang sejati

-

namun tak kau tak lihat
terkadang malaikat
tar bersayap
tak tak cemerlang
tak rupawan
namun kasih ini
silahkan kau adu
malaikat juga tau
siapa yang jadi juaranya

-

kau selalu meminta
terus kutemani
kau slalu bercanda
andai wajahku diganti
namun kau pergi
karna tak sanggup sendiri

-

namun kau tak lihat
terkadang malaikat
tar bersayap
tak tak cemerlang
tak rupawan
namun kasih ini
silahkan kau adu
malaikat juga tau
siapa yang jadi juaranya

-

karna kau tak lihat
terkadang malaikat
tar bersayap
tak tak cemerlang
tak rupawan
namun kasih ini
silahkan kau adu
malaikat juga tau
aku kan jadi juaranya…

_____________________________________________________________________

malaikat juga tau
dewi (dee) lestari
album Rectoverso
dan bukunya..

GILAAAAAAAAAAAAAAAAAAA BAGUS BANGET BUKUNYAAAA!!! CDNYA JUGAA!!!!
kadang mikir dee itu setan kali ya.
bisa bikin fe cinta banget sama semua bukunya.
halaman depan ada persembahan buat fe.
tapi sayangnya bukan fe yang ini.
argh! ada jumpa fans sama dee ga ya?

fe’s world :)

May 27th, 2008 by fellicia

hari ini, memperingati tepat 2 tahun gempa jogja

fe’s world :)

May 11th, 2008 by fellicia
baca kompas hari ini yah..
ato baca ini aja

Di Yogya, Lidah Wajib Bertamasya

Minggu, 11 Mei 2008 | 08:06 WIB

Yogyakarta bukan hanya ”istimewa” daerahnya, tetapi juga istimewa dalam perkara memburu makanan enak. Bayangkan.

Untuk
menyantap semangkuk soto Bu Cip di Tamansari atau menikmati legitnya
nasi goreng kambing olahan Mbak Sopiah di Warung Sate ”Pak Dakir” di
Jalan HOS Cokroaminoto
, kita harus menyiapkan stamina istimewa untuk
antre tunggu giliran. Dan, menikmati istimewanya kegerahan di warung
sempit. Bahkan, jika menyantap tongseng kambingnya Pak No di Desa
Menayu Kulon, Ring Road Selatan
, orang akan merasakan istimewanya
sengatan cabe superpedas. ”Habis lari maraton ya,” ledek Pak No setiap
konsumennya bercucuran keringat dan terengah-engah kepedasan.

Itulah
Yogya. Melengkapi statusnya sebagai kota budaya, ia menyimpan begitu
banyak keunikan, teristimewa yang berurusan dengan kemanjaan lidah.
Dikategorikan unik karena olahan makanan (tradisional) itu jarang
ditemui di menu kelas restoran. Misalnya baceman kepala kambing di
belakang Pasar Colombo, Jalan Kaliurang; baceman bebek di Pasar Ngino,
Godean;
atau baceman burung puyuh dan burung dara di depan gerbang
Ndalem Notoprajan
. Atau, yang dikategorikan lauk-pauk unik, seperti
gorengan cethul goreng di Tamansari, rantengan (baceman empal, babat,
iso, rambak, petis) Bu Warno di lantai dua Pasar Beringharjo bagian
timur, berdekatan dengan gado-gado legendaris Bu Hadi.

Masih
banyak warung legendaris yang bertahan hingga kini, bahkan dikelola
generasi kedua atau ketiga. Yang pernah kuliah di UGM Bulaksumur
dipastikan pernah menikmati pecel, sop, dan es sari tomat di SGPC Bu
Wiryo
. Biasanya, mereka ingin mengenang kembali SGPC yang dulu kondang
dengan kejenakaan pelayannya, yang selalu mengistilahkan menu makanan
dengan ungkapan yang lucu: sop tanpa kawat (maksudnya tanpa mihun),
pecel banjir (dengan bumbu kacang yang banyak), atau sop tanpa colt
kampus (maksudnya tanpa kol, kubis).

Sementara yang menggemari
makanan berkuah akan berjodoh dengan Soto Kadipiro di jalan Wates, yang
saking melegendanya di sekitar situ banyak muncul kedai soto dengan
brand ”Kadipiro”. Namun, ada genre soto lain. Beda bumbu dan dagingnya.
Jika soto Kadipiro—juga Soto Sawah di Desa Soragan dan Soto Pak Slamet
di Mejing, Gamping
—disertai suwiran ayam goreng, maka yang ini berbasis
daging sapi: Soto Pak Marto, Soto Bu Cip, Soto Sumuk Gondolayu, Soto
Pithes Pasar Beringharjo
, atau Soto Pak Sholeh di Tegalrejo.

Sementara
di ”fraksi” sate dan tongseng kambing, orang tentu tak bisa melupakan
Sate Kambing Pak Amat di Alun-alun Utara, Tongseng Wiyoro, Tongseng
Ngasem, Tongseng Babadan Sleman, Sate/Tongseng Mbah Godril,
Sate
Samirono
, Lelung alias Gule Balung di Desa Gesikan, Bantul; SGTK alias
Satu Gule Tongseng Kambing Pak Anshor di Notoprajan, Sate Klathak Pak
Bari dan Jono di dalam Pasar Jejeran
, dan tentu saja deretan warung
sate dan tongseng kambing di sepanjang jalan menuju Imogiri yang
jumlahnya puluhan. Sementara yang mengidap darah tinggi bisa
mengalihkan konsumsinya ke sate sapi alias sate kocor Pak Tjipto di
Jalan Kemasan
dan beberapa kedai sejenis di pinggiran Lapangan Karang,
yang juga berada di wilayah Kotagede.

Menguji kesabaran

Warung-warung
legendaris semacam ini bisa bernama warung lesehan, kedai, angkringan,
depot, atau sekadar dapur. Dapur yang memang benar-benar tempat memasak
dan cuci piring. Umumnya, orang tak sabaran menunggu dan langsung
menyantap di dapur sebagaimana selalu berlangsung saban malam di Gudeg
Pawon Bu Prapto, Janturan, Semaki, Yogya
, yang baru start setelah pukul
23.30 WIB.

Nah, bicara soal gudeg, variannya pun beragam.
Masing-masing dengan keunikannya tersendiri. Ada gudeg kering ala gudeg
Wijilan, Gudeg Juminten dan Gudeg mBarek. Ada gudeg basah dengan santan
cair atau setengah kental seperti Gudeg Bu Citro, Gudeg Bu Sri di
selatan Pasar Klithikan Kuncen
; Gudeg Permata, Gudeg Klentheng, Gudeg
Mbak Ginuk di Jetis, atau Gudeg Bu Joyo
yang selalu menggelar
dagangannya pukul 23.00 di sebelah utara Pasar Beringharjo. Juga ada
gudeg manggar yang tidak lagi menggunakan buah nangka muda (gori) di
Srandakan, Bantul.

Jika didramatisir, ibaratnya, di setiap
jengkal jalanan Yogya orang bisa menemukan sensasi anyar yang
barangkali tidak ditemui di kota lain. Terbitnya sensasi itu tak hanya
dilihat dari bahan bakunya yang nyleneh seperti misalnya sate kuda (di
Gondolayu)
, sate bulus alias sate kura-kura (di kawasan Jetis). Juga
bukan dikarenakan produk-produk makanannya yang unik macam Oseng-Oseng
Mercon
(di Jalan KHA Dahlan dan Suryowijayan), atau Sega Kucing (di
warung-warung angkringan di berbagai pojok kota)
.

Namun, sensasi
itu bisa jadi karena memang penjualnya yang kelewat percaya diri
terhadap produk jualannya sehingga kurang peduli pada aspek pelayanan.
Itu tercermin dari tempatnya yang terkesan rada jorok, tidak
menyediakan toilet yang pantas, penyajiannya sangat sederhana dan
pelayanannya pun terkesan semau gue.

Bayangkan saja, sementara
kita ngebet ingin menikmati gurihnya mangut lele Yu Kini di Desa
Ganjuran, Bantul, kurang lebih 15 kilometer selatan Yogya
—yang untuk
datang ke situ membutuhkan 35 menit dari pusat kota—sesampai di sana
kita belum tentu bisa langsung makan. ”Kalau mau, ya nunggu. Aku durung
ngliwet (saya belum menanak nasi),” ujar Yu Kini tanpa merasa bersalah.

Dan,
biasanya, pelanggan hanya bisa mengumpat dalam hati meski tetap rela
menunggu sampai nasi matang. Malah oleh para pelanggannya, warung Yu
Kini terkadang dijadikan indikator kemujuran nasib. Kalau nasib baik,
setiba di sana nasi telah tersedia. Kalau belum ada, ya anggaplah untuk
berlatih menguji kesabaran.

Butet Kartaredjasa, Aktor dan Pemangsa Makanan Enak

_________________________________________________________________________

terkutuklah para dokter yang ngasih fe beberapa pantangan.
kalo aja ada yang nganterin fe nyari makanan ke tempat yang mblasuk-mblasuk itu.. betapa menyenangkan..
dan parahnya.. orang yang fe harepin, pasti ga bakal ada di jogja dalam sekejap mata *ngantemi kasur*

AAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRRRRRGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH

fe’s world :)

April 28th, 2008 by fellicia

sekali ini aja..
pengen curhat

aku seperti pengemis
yang mengais
demi sepotong masa lalu
bergetar jika namamu disebut
merasakannya kedalam lubuk hati
dan mencoba menghancurkannya disana
jangan tanya rasanya
tapi itu cukup membuatku lega
benar-benar lega
setidaknya ada seseorang yang masih mengingatku
untuk sepotong masa lalu bersamamu
andai aku bisa berterima kasih padanya
lebih daripada yang aku bisa

kau tau aku masih mencintaimu
dan tidak akan pernah berubah
********-ku

fe’s world :)

April 20th, 2008 by fellicia

selamat hari kartini..

dulu tk, sd, smp, sma lagu ‘ibu kita kartini’ versi fe

ibu kita kartini
putri sejati
putri endonesa
harum namanya

tapi kemaren di lapangan belakang, fe denger vega cs nyanyi lagu versi begini

ibu kita kartono
irup neng jaman kuno
saiki wes ga ono
ketiban ondo

ibu kita kartono
hidup di jaman kuno
sekarang udah engga ada
(karna) ketiban tangga

kreatipnya..
besok gede kudunya jadi pencipta lagu plesetan.

fe’s world :)

March 22nd, 2008 by fellicia

happy easter yah..
how’s your easter, anyway?

kamis putih :
fe : tya, kamu mau ke gereja mana?
tya : kobar. (St. Antonius di daerah kotabaru maksudnya)
fe : oh..
tya : kowe meh nyang ndi mbak?
       
kamu mau ke (gereja) mana, mbak?
fe : kidul loji paling (St. Fransiskus Xaverius, daerah kidul loji, depan taman pintar)
tya : mbok bareng wae neng kobar..
      
bareng aja ke kobar..
fe : nda mau ah, sana pasti rame banget. mana kalo komuni udah kayak catwalk.
(asal tau aja, kalo dapet di dalem gereja, kudu brangkat 1 1/2 jam lebih awal ato bakal duduk di luar, dan bareng sama banyak penjual makanan dan maenan anak-anak kecil. parahnya kalo ngajak ito, dia bakal bilang ‘MAH!!! KOK BAU PANTURA YA!!! (sebutan buat tempura, yang bau ikannya menyengat hidung)’)
tya : ya kita brangkat pagian..
fe : males ah.. aku berangkat sendiri aja ke kidul loji.

fe bener-bener males kalo kudu ke gereja kotabaru. kalo kebagian di dalem sih engga apa-apa, tapi kalo ternyata kita udah dateng sepagi mungkin dan masih engga dapet tempat di dalem, kita kan kudu duduk di luar. ributnya itu loh. dan banyak anak abg pacaran. fe sih udah ga sirik sama yang pada pacaran. tapi skarang lebih ke kenyataan. fe tuh mau ke gereja buat apa gitu kan. dan cara berpakaian anak-anak abg. bukannya males saingan, balik lagi siapa yang fe mau temuin di gereja. ya seenggaknya fe sopan dikitlah. ato fe udah dapet didikan gitu dari kecil kali yah. dulu kan bokap yang budha selalu nyuruh fe ke gereja, tau alesan fe apa? ‘males.. gada temennya..’ eh diamuk bokap. dia bilang ‘emangnya ke gereja mau nyari temen apa nyari tuhan seh?’ jadilah sejak hari itu, ada ato ga ada temen, kalo fe lagi punya keiinginan  buat ke gereja.. ya jabanin aja sendiri.
balik ke kotabaru ini. oh ya sebelomnya fe mau bilang kalo fe punya 2 gaun buat paskah ini, satu item dan satu putih, salah satunya model kayak bajunya wilma flinstone. bentuk miring gitu. kalo fe pake ke (gereja) kotabaru sih pasti cocok. secara kotabaru modelnya kayak katedral bogor.. berisi orang-orang borju, anak-anak muda, dan wah banget. kalo udah komuni, itu tuh yang kudu maju satu-satu, nerimain sekeping roti kecil sebagai lambang tubuh kristus, nah itu.. jalannya kan di tengah.. wahhh.. rasanya semua orang bisa jadi pragawati. mulai dari yang gemuk kayak bola, sampe yang badan kurus kayak papan setrikaan. mulai dari anak kecil sampe ibu-ibu yang kayak toko emas gitu (dia pake segenap perhiasan yang dia punya, engga tau apa maxutnya). tapi gaun fe yang itu, fe bikinin bolero berkerah tinggi dan bertangan 3/4 supaya kliatan lebih sopan. karna fe juga yakin kalo cuman pake gaun kayak gitu berikut ini adalah kemungkinan yang bakal terjadi
day 1 : masuk angin
day 2 : kerokan sebelah
day 3 : tambah koyo di leher
bercanda. kamu juga ga akan pake 1 gaun dalem 3 hari kan..

fe cuman.. engga tega aja kalo harus ke tempat kayak gitu buat berdoa pula..
emang ga taat-taat amat tiap minggu ke gereja.. ya karna itulah.. udah kalo ke gereja cuman napas (natal paskah) doang, trus kudu ke tempat gitu.. kayaknya makasih aja. gini-gini fe masih cinta banget sama tuhannya fe yang selalu bikin fe tabah di kondisi apapun dan udah kasih fe penghidupan yang layak.   
jadilah fe pergi sendiri ke kidul loji.. untung hari itu terang.. ga ujan.

jumat agung :

fe di telfon tiu

tiu : neng, lo mo greja mane?
fe : kidul loji
tiu : lu ketempat gw yak, bawa helm!!
fe : gw jalan kaki aja ke tempat lo, ga usah pake helm. malu. kalo jalan kaki pake helm
tiu : *ngikik* bodoh, helm-nya buat ke greja! *ngikik lagi*
fe : oh.. ok..

di gereja
fe : tiu, kalo gw molor, lu cubit gw sampe gw melek, ok!!
tiu : idem
-pembacaan patio (ato pasio sih?)-
pasio itu pembacaan kisah sengsara yesus, yang fe yakin bakal bikin kita juga sengsara nahan ngantuk
fe : *ngelirik tiu dg mata merah sambil nyubit dia*  gw ngantuk bangetttttt
tiu : *ngelirik balik fe juga dg mata merah* idem
dan kita ngedenger orang di belakang kita udah ngorok dengan kepala tengadah dan mulut menganga. hal yang biasa kalo pas jumat agung. misa di jam 3pm, dan cuaca mendung (kita akan menyalahkan segala macem bentuk cuaca baek itu panas ato hujan sekalipun mendung dengan alesan : bikin ngantuk)
fe : my god.. *ngeluh ngantuk*
ada adegan dimana yang nyanyiin pasio itu bilang : ini ibumu *nunjuk bunda maria*.. dan ini anakmu *nunjuk murid yesus*..
tiu : *berbisik* dan ini bapakmu.. dan ini adekmu.. dan ini kakakmu..
fe : bodoh, tk dulu lu pelajaran agama kemana sih? yesus kan anak tunggal.. ga punya kk dan ade. dia juga anak jawa tengah..
tiu : *percaya sambil protes* maksud lo neng??
fe : yesus kan orang kudus bo.. (dimana kudus = suci, dan kudus = salah satu kota di jateng)
tiu : *ketawa kenceng* ngehe!
fe : *nyubit tiu* dilarang misuh di gereja.
dan waktu kita pulang.. ujan deres banget..

sabtu suci :

sms mba ria
fe : gereja mana mbak?
mbak ria : baciro jam 6pm. mau kesini? gatot pulang
gatot, adeknya mbak ria, seumuran fe. tua dia beberapa bulan, dan keren-abis-tak-tertandingi dia juga kerja di jakarta, sakarang pake begel (behel) di giginya.
fe : fe kesana buat say hi sama gatot, tapi fe tetep bakal ke kidul loji jam 5.30pm.

kesana bener-bener buat say hi dan bikin dada fe sedikit deg-degan dan pulang lagi hanya salam waktu 30menit. dandan, buru-buru ke gereja (lagi) tapi lupa bawa lilin. untung ada yang jual lilin di gereja.

minggu paskah :

malem minggu :
ibu (kost) : mbak, besok mau ke gereja bareng engga? kotabaru. nemenin ito.
fe : ito mau nyari telor paskah di kebon gereja?
ibu : iya kali *ngikik*
fe : fe mau ke kidul loji aja. liat anak-anak yang nyari telor paskah disana..

tapi fe ga bangun pagi.. dengan setumpuk miscalls dari rizni.
berakhirnya liburan fe ini dengan janjian sama rizni ke taman pintar. dengan bawa ryan tentunya..
belakangan fe jadi penasehat perkawinan..
percaya ato engga.. tadinya cuman shadow yang percaya kalo saran fe manjur.. tapi belakangan agak manjur sama hampir semua orang.
mau coba?
ceritain aja masalah kamu ke fe *iklan mode on*
udahlah.. fe tadinya pengen cerita panjang.. tapi ada andri di ym.. besok lagi aja..
c ya..

fe’s world :)

March 18th, 2008 by fellicia

selasa kemaren fe jadi ke tempat andre. kasih buku yang rizni pinjem, ngambil tas yang andre bilang udah di siapin buat fe, makan-makan (andre yang masak katanya) dan nyoba nyari alpokat ke sawah (tapi alpokatnya abis).

kalo fe bilang sawah, ya itu bener-bener sawah yang ada pohon padinya. sebagian udah ada buahnya, sebagian siap panen, dan jalan berlumpur. jangan tanya fe jalan kayak apa. fe bisa saingan sama yang maen akrobat yang jalan ditali diatas tiang itu. kayak gitu rasanya.
akhirnya… fe bisa nginjek sawah juga, setelah ga berhasil ke sawah waktu di Bali. walopun kudu jalan agak jauh dr tempatnya andre, dan jangan tanya kayak gimana bentuk sepatu fe seudahnya.. !next

pulang jam 11am trus fe online. waktu udah bikin conferece di yahoo dan ngundang beberapa temen fe dan my venom, dengan santainya tirex (mas prast) bilang di pv kalo dia pengen jalan-jalan. trus ngajakin fe jalan-jalan. dan kalo mas prast ngajak fe jalan-jalan itu jelas kalo dia lagi liburan di jogja dan bukan di jakarta. taruhan, kalo di  jakarta juga pasti rutenya udah beda.. pasti udah ke gatsu (gatot subroto)  ato kemana. kenapa harus gatsu? dulunya fe pikir gatsu itu di jepang. ga taunya gatot subroto doang yang kadang kalo pas lagi musim ujan gini jalannya parah abis.
jadilah, fe ninggalin orang-orang yang engga nyambung di room (maaf buat para korban) sebenernya hari ini pengen lagi ngerumpi gitu. tapi nanggung lah.

jadinya kmaren kami jalan ke.. :

1. menyasarkan diri dulu ke kampung yang terusnya fe suruh kluar kampung sebelom kita keblasuk (nyasar) lebih jauh.. *panik mode on*
2. ngukur jalan,mulae dari jalan-jalan yang biasa kita ukur. mulae dari ring road, jalan kaliurang, kaliurang atas dan tempat-tempat yang baru kita fe tau dari tulisan di plang.
3. sowan (kunjungan) ke keluarga besarnya mas prast. entah kenapa, fe ngerasa kalo mas prast ngeliat tampang fe, mungkin bisa ngingetin dia ke keluarga besarnya ato ke temen-temennya gitu. pokoknya, hal yang sbenernya gada dalem jadwal buat kunjungan-kunjungan itu trus malah jadi ada. ato ujug-ujug diadakan kalo misalnya kita pas lagi ngelewatin jalan itu. misalnya gini : kalo pas lagi jalan-jalan dari kaliadem, yang ada dam-nya yang keren, trus dia (mas prast, dan untuk cerita berikut, kata dia bisa dipake buat gantiin mas prast. deal? dimana mas prast mengacu pada tirex, anak centrin. jelas? ok..) jadi kepikiran mampir ke tempat budhe-nya yang ada di gamping sana. tau knapa fe tau lokasinya? itu karna ada plang jalan yang bertuliskan kalo daerah itu namanya gamping. dan jujur.. fe engga tau sebenernya letak gamping yang persisnya disebelah mana karna asalnya kan kita abis jalan-jalan dari kaliurang.
bingung? fe apalagi.. !next

ngh,..
tadi fe mau cerita apalagi? sbenernya ini pr udah dari kapan hari, tapi baru fe tulis lagi hari ini. ceritanya jadi kan udah lama.. jadi agak lupa gitu..

cerita pas ngukur jalan aja deh.
waktu kita dari bawah (kota jogja) emang cuacanya udah mendung gitu. mas prast bilang kalo dia pulang karna ada 2 ade sepupunya mau nikahan. minggu kemaren itu, sama minggu ini. berhubung minggu ini banyak hari liburnya, jadilah dia bablasin liburnya.
dia aja dateng dadakan gitu. dr jkt naek taksaka hari sabtu malem, jam 9pm, mpe jogja, subuh jam 5am. trus (ini bikin fe ga percaya) waktu fe tanya dia pulang naek apa sepagi itu (apa dia minta jemput Adeknya ato dia naek taxi) dia bilang, dia jalan kaki ngikutin rel kereta buat jalan ke rumahnya. katanya malah jadi deket.
lama tinggal di jakarta bikin banyak perubahan sama mas prast (menurut fe loh) kadang dia pulang ke jogja dan ngelakuin hal-hal aneh. salah satunya yang bisa ngingetin dia sama masa kecil kayak gitu, ya motong jalan lewat rel kreta sampe ke rumah dia itu.
asal tau aja.. kalo naek bis aja rumah dia jauuuuuhh buangettt..
trus.. hal laen adalah : dia sekarang terlalu sensitif sama hujan dan panas.. kalo ujan dia ngeluh becek.. kalo panas juga dia ngeluh gerah. mungkin karna di jakarta dah ga pernah naek motor lagi kalo mau pergi kemana-mana.

waktu masih ditengah jalan kaliurang, ujug-ujug gerimis turun. sebenernya bukan ujug-ujug sih, 3 hari di jogja udah bikin dia tau kok, kalo belakangan jogja ujan terus. trus kita mutusin berteduh sambil ngisi perut. maksudnya supaya ga terlalu malu kalo cuman numpang neduh doang. jadilah kita neduh sekalian ngisi perut. mas prast pesen nasi soto, fe pesen semangkuk baso aja. trus cerita-cerita tentang temen-temen dan tentang busway (engga nyambung emang, tapi yang kluar pas cerita itu)

trus waktu udah mendingan gerimisnya, kita nerusin jalan. dia tanya apa fe mau lewat ketempat ‘yang dulu’ tempat ‘yang dulu’ mengacu pada sebuah tempat, yang kalo lagi udara cerah, banyak matahari, kamu bakal ngeliat gunung merapi secara UTUH plus mataharinya terbit ato tenggelam disekitar sana. tapi kan fe udah bilang, waktu kita jalan aja cuacanya udah mendung gitu.
fe bilang (setengahnya terharu kalo dia inget tempat yang fe suka itu. tau knapa dia inget? karna fe pasti jerit-jerit dan memuji setinggi langit sama tempat-tempat yang bener-bener fe suka, dan dia nulis itu di otak, kali.. sampe nembus ke jidat *betapa ndesitnya*) kalo mungkin ga bakal bisa ngeliat merapi dg jelas dg cuaca kek gitu. adapun tempat ‘yang dulu’ itu, letaknya di kaliadem. besok-besok kaliadem bakal punya dam yang super gede yang atasnya bakal dijadiin jembatan sekaligus tempat wisata, dan bawahnya jadi tempat aliran lahar kalo merapi njeblug (meletus) lagi. maksudnya, kalo pas laharnya lewat, mungkin tetep bisa dipake buat foto-foto. kan emang gitu kalo tujuan wisata kan?

ngh.. *napas bentar*
trus abis dari kaliadem itu, kita jalan muter lewat ‘hutan hantu’. utan hantu cuman julukan fe buat utan yang harus kita lewatin kalo abis dari tempat ‘yang dulu’. hutan itu agak gelap. kalo pas lagi xial banget, kita bakal nyium bau bangke ato bau celeng dibakar. utannya banyak pohon yang ga jelas. yang fe tau banyak pohon bambunya dan yang laen fe engga tau. toh fe udah tanya sama mas prast dan dia juga ga tau. tapi kalo udah kluar dari utan itu lega rasanya.
disana, sepanjang jalan fe ditunjukin gundukan tanah yang bentuknya trapesium (or tapesium sih? fe udah ga pake istilah ini sejak lulus sd, cuman masih inget bentuknya gimana) pokoknya gitu deh. nah ternyata itu adalah bunker-bunker tempat menyelamatkan diri kalo merapi njeblug ga keruan gitu.
cerita kita juga ngalor ngidul, sampe fe ga inget apa aja yang kita ceritain. fe cuman bilang sama mas prast kalo taon ini banyak anak bandung yang pada mau merried. ‘…’ lupa dia bilang apa.. yang fe inget, fe bilang ‘ngh? kalo fe merried sih nungguin kalo fe udah bosen idup..’ dan dia cuman ketawa.

trus dari daerah kaliadem itu trus ketempat budhe. mbak papanya mas prast yang paling gede. tau ngapain kesana? karna fe kebelet pipis. parah banget. tapi hari itu udara bener-bener dingin banget. jadi ya udah.. mampirlah kita ketempat budhe.. eh.. ga taunya di tempat budhenya itu malah jadi rame. kata budhe, kalo kami sisipan jalan sama buliknya mas prast yang dari jember. (ngerti ya bedanya budhe sama bulik? budhe= ibu gede/gedhe *kakak cewe* dan bulik = ibu cilik *ade cewe*)
hla.. parahnya.. buliknya mas prast yang dari jember tadi lagi ada di rumah  bulik yang punya anak/sepupunya mas prast yang lumayan deket ama fe karna kita pada doyan anjing. seneng piara maksudnya, bukan doyan makan anjing. jadilah kita menyusul kesana.. hell yeah..

di tempat bulik, kita makan lagi. fe sih tadinya malu dan udah bilang ama bulik, kalo fe ga terlalu lapar.. wong jam 4pm udah makan, eh 7.30pm makan lagi.. (tau juga ya bedanya am sama pm? karna fe males nulis pake angka belasan *kudu ngitung kalo lebih dari jam 12pm* dan ngejelasin apa itu pagi ato malem) cerita-cerita sama puput (sepupunya mas prast dari buliknya yang asli berdomisili di jogja aja) rame banget disana.. karna ada 2 bulik dan 2 keponakan kecil yang nakal-nakal + puput (dan mereka berantem sambil  bercanda terus) + kk-nya puput yang udah kek artis endonesian idol + para anjing puput yang ga mau berenti menggonggong karna mau ikutan kk-nya puput nyanyi. rame abis. sampe malem disana. dan mas prast ngeyel kalo grimisnya ga brenti, kita bakal nginep juga disana.. !@#$%^&*

tapi kita berhasil pulang kok.

kayaknya cerita udah panjang banget deh.. ngantuk ya?

sama.. besok lagi deh..

 

fe’s world :)

March 16th, 2008 by fellicia

PADA PAKE XL YAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!.. NTAR KASIH NOMERNYA KE FE!!! NTAR NGERUMPI YAAAAAA…

*dendam sama lenih + andre*
masa mereka kompakan ga ada yang boleh nelfon fe cuman karna fe belom tidur seharian dan makan seharian. alesan yang aneh.
ntar deh ceritA lagi.. ini koneksi lagi bosok banget..

fe’s world :)

March 6th, 2008 by fellicia

kangen sama orang yang ga jelas
kangen sama keadaan yang ga jelas

ya udahlah mak. blogku ga bakal banyak cerita giniannya. hantemin aja semua rasa kangen. kalo bisa dibunuh juga rasa kangennya. bikin otak tidak bisa bekerja dengan baik. bikin mood menurun. bikin patah semangat. bikin selera makan menurun dan lebih jauh akan menurunkan berat badan. jadi buat apa piara rasa kangen. iahuehauheuaheuahuehau
fe jelas bisa.
fe tea.
*bangga dengan sesuatu yang ga jelas*
baek ga usah ada orang laen yang jadi topic di kepala.

yang jelas, si andre punya kebiasaan nelfon fe di jam 7pm-8pm ga perduli fe pake nomer yang mana, dia pasti tau. dan cuman tanya:
‘udah makan?’
‘jaga kesehatan, jangan sampe sakit’
‘kapan tas, alpokat, (dan engga tau apalagi yang ditawarin) mau diambil di rumah?’
‘kapan mau jalan-jalan bareng?’
‘kapan mau begadang lagi?’
‘kalo ada apa-apa, telfon aku aja’

makasih yang tak terhingga ndre.. makasih buat keluargamu yang hangat dan menyenangkan. salam buat rizni dan ryan. makasih buat ngerasa fe punya rumah satu lagi di jogja.

besok tanggal tujuh. merah lagi.

fe’s world :)

February 25th, 2008 by fellicia

wah.. ga kerasa bulan february yang menyenangkan ini udah ampir berakhir..
menyenangkan?
fe banyak sakit di bulan ini. tapi tetep menyenangkan kok
lama ga nulis blog juga.. iahuehauhea.. nyicil ah..

sekilas cerita si mbah dan hujan buat pembukaan

bulan november
lokasi -> teras depan rumah, fe lagi baca koran. tya lagi baca novel.
si mbah : iki wes desember ta? kok udhan wae
               
ini udah bulan desember ya? kok ujan terus
tya : dereng mbah, tesih nopember
        belom mbah, masih november
si mbah : *ga terlalu denger* he?
                                           hah?
tya : DERENG MBAHHH.. SAK NIKI TESIH NOPEMBERR!!!
        BELOM MBAHH.. SEKARANG MASIH (bulan) NOVEMBER!!!
si mbah : *ngadu sama suara geluduk* he?
                                                         hah?
fe : *bangun dari korsi dan ngomong di deket kupingnya si mbah*
     dereng mbah, niki tesih sasi november *dengan suara v yang jelas*
      belum mbah, sekarang masih bulan november

bulan desember
lokasi -> fe di dalem rumah lg guntingin kuku, mas heru di teras ma si mbah
si mbah : iki wes desember ta? samben dino ne kok udhan wae
               ini udah desember ya? kok tiap harinya ujan terus
mas heru : inggih, mbah
                 he eh, mbah
si mbah : kok  winginane kondo dudu desember? hla wong lek desember kiy mesti udhane. desember kiy deres seko sumber je
              kok kemaren bilang bukan (bulan) desember? kan udah jelas kalo desember mesti ujan. desember tuh deras dari sumber(nya)
mas heru: hla, sopo sing kondo? kae sing lagi ngethok kuku kae? *nunjuk fe di dalem rumah*
               lah, sapa yang bilang? yang lagi guntingin kuku itu tuh? 

bulan januari :  
lokasi -> taman belakang, fe lagi bikin mie di dapur
si mbah : wah.. wes desember.. udhaann wae.. teles neng ndi-ndi
               wah.. udah desember.. ujannn terus.. basah dimana-mana
mbak ri : niki pun januari, mbah
              ini udah (bulan) januari, mbah
si mbah : januari? ooo yo bener.. udhan sak hari-hari
              januari? ooo ya bener.. ujan sehari-hari

bulan february
lokasi -> ruang keluarga
si mbah : kok udhaaann wae..
               kok ujaaann mulu..
fe : SAK NIKI FEBRUARY, MBAHH!!! *cengar-cengir ga keruan*
      INI (bulan) FEBRUARY, MBAH!!!

-dan seisi ruangan hening-

mas heru : tanggal berapa fe?
fe : *ngeluarin 4 jari*
mas heru : PIZZA HUT!!!

-dan seisi ruangan kembali rame sambil ngeramal apa aja yang berada di zodiac aquarius-

awal bulan ini rame banget..

dimulai dari fe ulang taun di hari senen (tanggal 4) yang tetep ujan, padahal fe udah minta-minta  sama Tuhan buat ga ujan. hari selasanya (tanggal 5) kita pada latihan koor buat hari rabu, dimana hari rabunya (tanggal 6) adalah rabu abu. rabu abu buat umat katholik sebagai tanda mulai memasuki masa prapaskah. dimana kita boleh kudu puasa ato pantang. dan hari kamisnya (tanggal 7) imlek euy. 1/2 hati gitu pergi ke magelang buat sembayang. cape di jalan sbenernya mah, tapi mau gimana lagi. taon kemaren udah bolos ga keruan. 

ngomong-ngomong soal pantang, pantang fe udah bolong banyak. ga kuat kalo suruh puasa. jadi fe milih pantang aja. pantangnya beragam sih, boleh pantang jajan, pantang garem, pantang daging etc. fe milih yang terakhir aja. kalo inget ya beli makan sama tempe or tahu doang or perkedel, tapi ditanya dulu, biasanya ada yang nyampurin perkedel pake kornet kan.. tapi kalo inget doang pantangnya. makanya jadi bolong banyak. kalo pantang garem susah kali.. kudu masak sendiri, kalo yang jual pasti kudu pake garem or ga laku.

seminggu kemaren, adalah masa percobaan bis transJOGJA..
AKHIRNYAAAAA.. SETELAH SEKIAN LAMA.. FE BISA NGELAYAP SAMPE MALEM (lagi). dulu kan kemana-mana ada tukang ojegnya dan males nginget nama jalan. tapi taun-taun belakangan ini kan harus bertarung dengan buta peta dan phobia ma supir taxi or ga bisa pulang. kalo misalnya pulang dr solo kemaleman gitu kan, udah gada bis, brarti kudu nyegat taxi. pernah bilang kan fe phobia ma supir taxi? jadi kalo mau naek taxi, fe selalu nyiapin aer minum sebotol penuh. kalo dia ngapa-ngapain, minimal fe bisa gebukin dia pake botol aer minum *khayalan yang ga jelas*
kalo engga minta tolong bimo jemput kalo pas dia ga ada kerjaan di kost-nya.

adapun cerita dari seminggu masa percobaan bis transJOGJA ini.

day one

mba ria : neng, mau nyoba busway nda?
fe : ng?
mba ria : nyoba yuk, mpe hari minggu besok cuman serebu perak kok.
fe : kok murah? kalo nyasar bijimana?
mbak ria : namanya juga murah. ntar kita tanya deh di haltenya.
fe : manut deh

-ga berapa lama di halte terdekat-

kita mutusin ga masuk dulu ke haltenya. cuman tanya sama gate keeper yang lagi bediri-bediri di depan gate-nya.

gate keeper : slamat sore, mau kemana mbak?  *udah ngerasa kita mau nyoba busway kali*
mbak ria : kalo yang dari sini nih, jalurnya kemana aja, mas?
gate keeper : *jalan ke gate sebelah dan masuk ke halte sambil nyontek di dinding kaca*
fe : *ikutan liat ke dinding kaca halte* kalo yang ke jalan solo, ada yang lewat amplaz (ambarrukmo plaza), mas? saya mau ke carrefour aja deh..
gate keeper : *mikir* ada, tapi muter ke prambanan dulu ya, mbak.
fe : prambanan mana? *goblok mode on*
gate keeper : candi prambanan, mbak.
fe + mbak ria : hah???
fe : ada yang lebih jauh muternya mas?
gate keeper : *nyengir* coba dari sebrang jalan saja mbak, naik bis yang 1B, agak     muter tapi dalem kota saja. nanti turunnya bisa di depan amplaz persis.
mbak ria : 1B ya?
fe : fe 32a
mbak ria : neng!
fe : makasih ya mas.. jadi nanti kita naek jalur 1B yah?
gate keeper : iya, mbak..

-nyebrang jalan sambil nyiapin duit 2000-an-

fe : 2 mbak *ke yang jaga tiket*
      *masukin kartu*
mbak ria : neng!! ga mau masuk nih
fe : *dengan kode* kebalik!
mbak ria : oh.. *nyengir maluw sambil ngebalik kartu dan masukin kartunya juga*

-begitu masuk, jalur 1B-nya dateng- *bener-bener cepet* duduk dengan nyaman dan ngedengerin orang-orang yang ngomongin soal busway only.

setelah 1/2 jam lebih..

fe : jadi gitu? fe tadi liat supirnya ga brani jalan lebih dari 40km/jam
mbak ria : emang gitu, mreka kan ga ngejar setoran.
fe : iya. enak. besok lagi yah mbak
mbak ria : he eh, sekarang kita pulang yuk?
fe : he? mbak.. bisnya trakhir jam 10pm. ini baru jam 6pm. blanja bentar yuk..
mbak ria : beli apa? ini kan masa percobaan loh, kalo ga sampe jam 10pm gimana?
fe : naek taxi. emang biasanya gimana?
mbak ria : manut

dan 15 menit kemudian fe keluar dengan seiket kangkung dan 2 ons bawang merah

fe : tadi jalur berapa mbak?
mbak ria : jalur 1B
fe : brarti kita pulangnya naek 1B lagi ya?
mbak ria : iya, neng

masuk ke halte tempat berenti tadi.

fe : 2 mbak *ngasih duit 2000-an lagi*

nunggu 10 menitan, jalur 1B-nya dateng. fe + mbak ria masuk bis dan duduk dengan manis.
ga taunya bisnya jalan terus gitu, sampe lama banget rasanya. *ngeliat keluar jendela*

fe : mbak, kita di jalur yang bener engga nih? kok kita sampe sini? *setengah berbisik*
mbak ria : bener! kan tadi kita naek yang ini! *setengahnya ikut panik*

nunggu sekian lama lagi sampe kita tau ada dimana.
tebak.. kami ada dimana?
kami di bandara adi sucipto *jreng*

denger punya denger, ada juga yang (kudunya) turun bareng ama fe. sekedar nenangin ati aja, toh ada yang senasip.

lama rasanya di dalem bis. fe pikir waktu kluar dr bandara, kami udah balik ke arah yang sebaliknya. ga taunya? masih terus ke timur. dan yang harus fe cemasin tadi jadi kenyataan.
tebak.. dimana kami?
kami di depan candi prambanan. *jreng*

fe : *dengan nada lemes* prambanan?
ibu yang duduk di depan fe : inggih mbak, mumpung murah, mung sewu.
                                           iya mbak, mumpung murah, cuman serebu
fe : *menatap iba sama kangkung yang fe bawa*

mbak ria udah merem, keenakan. bisnya nyaman dan wangi.

kluar dari prambanan, kami balik lagi ke bandara. my god, jalannya ga terlalu bagus gitu, bisnya geyal-geyol ga keruan. dan kenapa harus ke bandara lagi?

akhirnya sampe rumah jam 1/2 9 malem seudah kita mutusin makan dulu.

day two

mbak ria : hari ini kita kemana, neng?
fe : fe masih penasaran sama jalur kemaren. fe baca petanya semalem. harusnya kita nyebrang dan naek jalur laen. supaya ga kudu ke prambanan.
mbak ria : ok, kita coba yuk!

kira-kira 2 jam kemudian, dengan sawi dan sebungkus attack kita nyebrang jalan
ternyata yang fe pikir bener. harusnya emang jalur itu yang kudunya kemaren di ambil. jadi kita sampe rumah lebih cepet dari kemaren.

mas heru : seko karfur meneh? kowe wingi bar tuku kangkung ro brambang to?
               abis dari carrefour lagi? kamu kemaren abis beli kangkung sama bawang merah kan?
fe : *cuek bebek* bu, kangkung yang kemaren dimasak aja. fe juga udah beli sawi lagi.
ibu (kost) : *bingung*

day three

mbak ria : neng, nyoba jalur baru yuk
fe : yuk

hari ketiga, kami baru tau, kalo transit ga usah bayar lagi, tapi bisa pindah ke bis laen. dan kita berencana mau ke point of sales buat jadi langganan.

belakangan sampe udah rame gitu bisnya. fe bilang sama mbak ria, untung kita udah tau jalur-jalurnya.

hari ini udah 3000 tarifnya. tetep murah. tapi yang paling seneng, sekarang udah bisa jalan-jalan di malem hari tanpa khawatir.

masih mau cerita banyak. tapi besok lagi ah. beled pipis dr tadi.